23 Nov 2014

THE BABADOOK (2014)

Bagi anak-anak, sebuah bedtime stories seperti apapun ceritanya akan terasa benar-benar nyata. Mereka akan merasa berbagai fantasi yang ada di dalamnya sebagai sebuah kenyataan dalam hidup. Hal yang sama juga terjadi berkaitan dengan kisah-kisah legenda horror sebelum tidur seperti boogeyman yang bersembunyi dalam kamar atau monster-monster lainnya. Sedangkan bagi orang dewasa adalah hal yang kadangkala menyebalkan saat harus meyakinkan pada anak-anak bahwa monster itu tidak nyata supaya mereka tidak selalu merasa ketakutan. Tapi bagaimana jika kisah seram itu memang benar adanya? Konsep itulah yang coba diangkat oleh Jennifer Kent dalam film yang pada awalnya berasal dari film pendek berjudul MONSTER buatannya tahun 2005. Menarik meski sebenarnya bukanlah suatu konsep yang benar-benar baru. Tapi perbedaan The Babadook dengan horor populer garapan Hollywood adalah keputusan Jennifer Kent untuk tidak mengandalkan jump scare dalam meningkatkan tensi dan menghadirkan keseraman. Filmnya dibuka dengan sebuah opening slow motion menarik, menampilkan adegan mimpi yang dialami oleh Amelia (Essie Davis). Amelia kini merupakan orang tua tunggal setelah sang suami, Oskar (Benjamin Winspear) meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan saat mengantar Amelia menuju rumah sakit untuk melahirkan. 

Kecelakaan itu merenggut nyawa Oskar, tapi Amelia selamat begitu pula kandungannya. Putera Amelia bernama Samuel (Noah Wiseman) merupakan seorang anak yang jika dilihat sekilas tidak jauh beda dengan anak-anak kebanyakan. Tapi Samuel punya tingkah laku yang bakal dengan mudah dicap "aneh" dan "menyebalkan" oleh orang-orang di sekitarnya. Dia begitu percaya dengan cerita-cerita monster dan sering menakut-nakuti anak lain, suka membuat senjata yang katanya akan digunakan untuk mengalahkan sang monster, bahkan emosinya sering meledak-ledak. Hal itu jugalah yang membuat kesulitan Amelie semakin besar. Disatu sisi, tentu saja kehidupan sudah merupakan suatu hal yang berat sebagai orang tua tunggal, ditambah lagi trauma atas meninggalnya Oskar masih ia rasakan sampai sekarang. Kelakuan Samuel pun semakin menambah beban dan tekanan yang dirasakan Amelia. Sampai suatu hari Samuel menemukan sebuah buku cerita misterius berjudul Mister Babadook. Tidak seperti buku anak-anak lainnya, buku itu penuh dengan gambar dan narasi menyeramkan tentang Mister Babadook, sosok monster yang mencari mangsa dan tidak akan bisa diusir. Dari situlah awal teror yang dialami Amelia berawal.

21 Nov 2014

AMERICAN HORROR STORY: FREAK SHOW (EPISODE 7)

Lewat Test of Strength akhirnya Freak Show berani menyajikan sesuatu yang "berani" dan lebih bersifat konklusif daripada sekedar memberikan tease demi tease seperti beberapa episode terakhir. Permasalahan dalam beberapa episode terakhir adalah kurangnya pergerakan dalam plot dan kehadiran berbagai momen yang memperlihatkan bahwa seolah serial ini begitu takut untuk membunuh salah satu karakternya (baca: memberikan kelokan ekstrim) dengan begitu banyak momen imajinasi yang akhirnya tidak terwujud. Episode ketujuh ini bakal memperlihatkan beberapa hal, seperti kembalinya Bett dan Dot ke Freak Show, hubungan antara Jimmy dan Dell, sampai usaha Stanley untuk membunuh salah satu freak yang masih belum juga membuahkan hasil (yap, kali ini Dandy tidak mendapat banyak porsi penceritaan). Cukup menyegarkan disaat akhirnya Bette dan Dot kembali menjadi sentral cerita semenjak episode keenam, meski sebenarnya keduanya bukan karakter yang amat menarik, tapi setidaknya sedikit beranjak dari kegilaan Dandy atau ambisi besar Elsa cukup menyegarkan.

Sayangnya kisah kembalinya Bette dan Dot ke freak show terasa terburu-buru, setelah episode sebelumnya memberikan tease akan konfrontasi menarik antara Jimmy dan Dandy, kita ditinggalkan dengan kekecewaan saat tidak terjadi apapun, dan dengan mudahnya Bette dan Dot kembali, meski itu didasari oleh intensi terselubung keduanya. Saya cukup menyukai eksplorasi hubungan Jimmy dan Dell yang pada akhirnya "bersatu" sebagai ayah dan anak. Sebuah momen mengejutkan yang cukup manis itu juga memberikan angin segar bahwa keduanya tidak akan terus talik ulur dan saling membenci seperti sebelumnya. Konflik pasti tetap akan muncul tapi setidaknya karena tidak ada lagi rahasia tentang identitas masing-masing, ada harapan perselisihan antara keduanya bisa jadi lebih kompleks. Kedua aspek itu adalah hal positif, tapi yang paling menyenangkan dari episode ini adalah keberania Freak Show untuk kembali menyuntikkan momen gila. Aspek shocking merupakan salah satu yang membuat saya menyukai serial ini, dan hal itu sempat menghilang dalam beberapa episode terakhir.

20 Nov 2014

FURY (2014)

Perang selalu menyajikan horor, dimana begitu banyak kematian sia-sia, kegilaan, dan jauh lebih banyak kehilangan daripada pencapaian. Hal itu sudah cukup sering diangkat kedalam sebuah film dan selalu menarik dimana sebuah film yang menampilkan suatu peperangan kini tidak hanya menampilkan baku tembak dan ledakan tapi kental pula dengan drama psikologis karakter-karakternya. Dengan tujuan untuk memperlihatkan betapa mengerikannya medan perang, film-film itu berlomba menggambarkan bagaimana horor yang dialami oleh para tentara yang terjebak di tengah "pembantaian wajar" tersebut, dan Fury milik David Ayer (End of Watch & Street Kings) ini merupakan salah satunya. Dengan diisi oleh banyak nama besar seperti Brad Pitt, Shia LaBeouf, Logan Lerman, Michael Pena sampai Jon Bernthal, Fury adalah kisah yang ber-setting pada masa Perang Dunia II. Judul filmnya diambil dari nama sebuah tank berisikan lima orang prajurit yang dipimpin oleh Don "Wardaddy" Collier (Brad Pitt). Para prajurit dalam tank tersebut telah lama bersama di medan perang, tepatnya sejak ditugaskan di Afrika, dimana alasan yang membuat mereka tetap bertahan adalah sosok Wardaddy yang meski tampak gila tapi begitu melindungi anak buahnya.

Kali ini mereka ditugaskan untuk melawan para Nazi dirumahnya sendiri, Jerman. Tapi dalam suatu pertempuran, assistant driver dari tank tersebut tewas terbunuh, dan ternyata penggantinya adalah seorang pemuda tidak berpengalaman bernama Normaln Ellison (Logan Lerman). Norman sendiri sesungguhnya hanya seorang juru ketik dan kini tiba-tiba ia harus berada di garis depan peperangan, membunuh para Nazi dengan brutal, sesuatu yang begitu sulit ia lakukan. Dari sinilah Norman banyak mendapat cobaan, mulai dari keharusan untuk membunuh siapapun anggota Nazi bersenjata meski mereka hanya seorang anak kecil, paksaan keras dari Wardaddy untuk bisa membuatnya lebih kejam, sampai puncaknya adalah sebuah misi berat saat "Fury" harus sendirian melawan ratusan pasukan SS guna mempertahankan sebuah persimpangan jalan, yang merupakan titik vital bagi tentara Amerika. Membaca sinopsis diatas, kita sudah bisa mengetahui bahwa cerita dalam naskah tulisan David Ayer ini sudah bisa ditebak berjalan kearah mana. Kita akan dengan mudah bisa menebak bahwa Fury bakal banyak bertutur tentang transformasi Norman dari seorang prajurit lemah menjadi seorang pejang medan perang yang lebih berani, dan tentu akan seperti apa konklusinya, siapa yang selamat dan siapa yang tidak sudah bisa ditebak, bahkan sampai urutan kematian karakter sekalipun.

17 Nov 2014

CHINESE PUZZLE (2013)

Life is so complicated, isn't it? Bukankah kita memang sering merasa atau mempertanyakan kenapa hidup kita begitu rumit, begitu sulit dihadapi dan sangat tidak mudah dimengerti? Didasari pemikiran tersebut kadangkala seseorang merasa kalah dan akhirnya menyerah menghadapi berbagai konflik dalam hidupnya. Tapi apakah hidup memang serumit itu? Pertanyaan itulah yang dieksplorasi oleh Cedric Klapisch dalam Chinese Puzzle. Film ini sejatinya adalah sekuel dari L'Auberge Espanole dan Russian Dolls dimana ketiga film ini merupakan rangkaian trilogi yang disebut Spanish Apartment Trilogy. Saya sendiri tidak mengetahui bahwa film ini adalah rangkaian bersambung dari sebuah trilogi dan baru mengetahuinya setelah selesai menonton. Dengan narasi yang saling bersambung antara ketiga film itu bukankah sulit untuk bisa mencerna Chinese Puzzle jika belum menonton kedua prekuelnya? Nyatanya tidak. Cedric Klapisch seolah menyadari bahwa akan ada penonton yang tidak tahu bahwa ini merupaan sekuel (tidak ada embel-embel angka di belakang judul layaknya sekuel film Hollywood) hingga mengemasnya supaya tetap bisa berdiri sendiri.

Xavier (Romain Duris) adalah pria berusia 40 tahun yang tengah menghadapi fase berat dalam hidupnya. Prosesnya menulis novel tengah terhambat dan terus diburu oleh sang editor, tapi permasalahan terbesar adalah saat ia bercerai dengan Wendy (Kelly Reilly) yang telah ia nikahi selama 10 tahun dan dikaruniai dua orang anak. Setelah perceraian itu, Wendy yang ternyata jatuh cinta dengan seorang pria Amerika memutuskan untuk membawa kedua anak mereka pindah ke New York. Xavier yang tidak ingin jauh dari anak-anaknya seperti yang pernah ia alami dengan sang ayah saat kecil akhirnya memutuskan untuk ikut pindah dari Paris ke New York. Disana ia sempat tinggal bersama dengan sahabatnya lesbiannya, Isabelle (Cecile de France) yang kini telah tinggal bersama kekasihnya, Ju (Sandrine Holt). Bahkan Xavier sempat membantu Isabelle mewujudkan mimpinya memiliki anak dengan menyumbangkan spermanya. Di New York Xavier harus menghadapi berbagai konflik, seperti gegar budaya, konflik dengan Wendy berkait dengan anak mereka, urusan dengan pihak imigrasi, sampai kembalinya sang mantan pacar, Martine (Audrey Tautou).

14 Nov 2014

AMERICAN HORROR STORY: FREAK SHOW (EPISODE 6)

Setelah episode Pink Cupcakes yang mengecewakan dan dipenuhi "penipuan", tentu saja saya berharap Bullseye akan jadi sebuah kebangkitan dari serial ini, tapi sayangnya harapan itu tidak sepenuhnya terpenuhi. Beberapa kisah yang menjadi fokus episode ini adalah Bette dan Dot yang kini berada dalam "sekapan" Dandy, Elsa yang semakin menghadapi tekanan setelah para freaks mulai mencurgainya atas menghilangnya si kembar, usaha pembunuhan Stanley dan Maggie kepada Jimmy yang kemudian justru beralih pada Ma Petite, dan yang terakhir ada Paul. Ya, akhirnya kita mendapat cerita yang lebih dalam tentang Paul setelah sedikit flashback masa lalu beberapa episode sebelumnya. Paul mendapat kisah yang cukup mengejutkan disini karena ternyata selama beberapa waktu dia dan Elsa telah menjalin hubungan. Kita tahu bahwa hubungan itu hanya sekedar seks tapi ternyata semua itu telah berjalan beberapa waktu. Disaat yang sama Paul ternyata juga berhubungan dengan Penny (gadis yang di episode pertama ramai-ramai diperkosa). Bedanya, Paul dan Penny sama-sama saling mencintai.

Paul merupakan salah satu karakter paling menarik dalam serial ini, dan menyenangkan melihatnya mendapat fokus yang lebih. Bagi saya dia adalah sosok yang paling mendekati definisi "manusia dalam fisik monster". Dibalik sosoknya sebagai "The Seal Man" dan dipenuhi tattoo menyeramkan, ia hanyalah pria biasa yang mengharap romansa. Bukan storyline yang baru memang, tapi cukup berhasil menjadikan Paul sebagai karakter sentral yang menarik. Tapi diluar cerita Paul tidak ada sesuatu yang berarti dalam episode ini. Hubungan Dot dan Bette dengan Dandy tidak lebih dari sekedar pelengkap dan trigger untuk kegilaan Dandy belaka. Bahkan sebelum episode ini kita sudah tahu bahwa Dandy akan merasakan sakit hati lagi karena hubungan tersebut. Elsa masih berkutat pada krisis seperti biasa, hanya saja di episode ini Jessica Lange mendapat kesempatan lebih untuk memperlihatkan akting emosionalnya. Adegan ulang tahun itu berhasil ia lakukan dengan baik, dan adegan spinning wheel yang memperlihatkan betapa kejam dan busuknya hati Elsa pun berhasil dilakoninya dengan amat baik.