1 Sep 2014

THE ZERO THEOREM (2013)

Terry Gilliam adalah seorang sutradara yang terkenal akan film-filmnya yang begitu imajinatif. Mungkin tidak semua film Gilliam mendapat respon positif dari kritikus, tapi jelas style miliknya yang penuh dengan keunikan visual telah mendapatkan begitu banyak penggemar. Gilliam sering menghadirkan satir sosial dalam filmnya, lalu membungkus satir tersebut kedalam sebuah sajian penuh fantasi liar dengan setting yang seringkali terletak di sebuah dystopian future. Setelah lima tahun lalu membuat The Imaginarium of Doctor Parnassus yang menjadi salah satu film terakhir Heath Ledger, Gilliam kembali dengan The Zero Theorem yang naskahnya ditulis oleh seorang debutan bernama Pat Rushin. Hanya dengan bermodal gaya unik Terry Gilliam saja film ini sudah menarik perhatian, belum lagi ditambah kehadiran nama-nama besar seperti Christoph Waltz sebagai aktor utama sampai Matt Damon dan Tilda Swinton sebagai pemeran pendukung. Sebuah pertanyaan mendasar namun esensial sekaligus sulit dijawab menjadi ide dasar The Zero Theorem, yaitu "Apa makna kehidupan?"

Qohen Leth (Christoph Waltz) adalah seorang programer yang hidup sendirian di sebuah gereja tua yang tidak lagi terpakai. Qohen sendiri merupakan seorang antisocial yang tidak pernah bergaul dengan baik bersama orang-orang disekitarnya. Diluar pekerjaannya, keseharian Qohen ia habiskan untuk menunggu  panggilan telepon. Sebuah panggilan telepon yang ia harapankan bakal memberi jawaban tentang pertanyaannya akan makna kehidupan yang ia jalani. Untuk itulah ia meminta kepada pemilik perusahaan yang disebut Management (Matt Damon) supaya diperbolehkan bekerja dirumah agar setiap saat bisa siap untuk mengangkat telepon. Qohen akhirnya mendapat izin bekerja dirumah, meski tugas yang ia dapat amatlah berat. Qohen harus memecahkan sebuah rumus matematika yang disebut "Zero Theorem". Qohen pun akhirnya menghabiskan waktu berbulan-bulan berusaha memecahkan rumus tersebut sambil terus menunggu panggilan telepon yang tidak kunjung datang. Pada saat itulah seorang wanita misterius bernama Bainsley (Melanie Thierry) memasuki kehidupan Qohen.

29 Agt 2014

COMMITMENT (2013)

Satu-satunya alasan saya menonton film ini adalah karena kehadiran Choi Seung-hyun alias T.O.P yang merupakan salah satu anggota boyband Big Bang sebagai aktor utama. Saya pribadi merupakan salah satu dari (mungkin) sedikit pria yang mengidolakan sosoknya. Saya suka proyek solo yang ia kerjakan lengkap dengan video klipnya yang begitu artistik dan tentu saja menarik untuk melihat akan seperti apa kemampuannya berakting di depan kamera. Apalagi sampai sekarang T.O.P merupakan salah satu idol Korea yang paling aktif bermain dalam film dimana secara total sudah lima film yang ia bintangi. Commitment sendiri memfokuskan kisahnya pada kehidupan ganda yang dilakoni seorang mata-mata Korea Utara dalam misinya di Korea Selatan. Sang mata-mata adalah Ri Myung-hoon (T.O.P). Myung-hoon yang masih remaja sebenarnya sama sekali tidak ingin menjadi seorang mata-mata sekaligus pembunuh. Semuanya terjadi setelah sang ayah yang merupakan mata-mata Korea Utara terbunuh dan itu membuat Myung-hoon bersama adik perempuannya, Ri Hye-in (Kim Yoo-jung) ditangkap dan dikurung dalam sebuah camp.

Seorang Kolonel bernama Moon Sang-chul (Jo Sung-ha) yang juga merupakan atasan dari ayah Myung-hoon menawarkan sebuah perjanjian. Myung-hoon dan adiknya akan dibebaskan jika dia bersedia menjadi mata-mata di Korea Selatan guna melanjutkan misi sang ayah yang belum tuntas. Tidak punya pilihan lain, Myung-hoon pun bersedia dan akhirnya menyamar sebagai seorang pelajar SMU bernama Kang Dae-hoon. Disana ia tinggal bersama dua orang tua angkat yang tidak lain juga merupakan mata-mata Korea Utara. Myung-hoon pun mulai menjalani kehidupan ganda disana. Dia menjadi seorang pelajar SMU biasa sedangkan disisi lain ia juga harus menjalankan misinya membunuh para target yang diperintahkan oleh Sang-chul. Di sekolahnya sendiri, Myung-hoon perlahan mulai menjalin pertemanan dengan seorang gadis korban bullying yang memiliki nama sama dengan adiknya, Lee Hye-in (Han Ye-ri). Kehidupan ganda ini pun perlahan mulai memberikan masalah bagi Myung-hoon apalagi saat ia harus berhadapan dengan konspirasi politik besar.

28 Agt 2014

NEIGHBORS (2014)

Seorang Seth Rogen memang selalu identik dengan film rated R comedy yang penuh dengan lelucon jorok serta pesta gila-gilaan penuh ganja dan alkohol. Saya sendiri tidak terlalu menyukai Seth Rogen beserta mulut kotornya itu. Setiap filmnya dia lebih sering terasa annoying daripada lucu. Jadi bagi saya pada awalnya Nieghbors atau yang dirilis dengan judul Bad Neighbors untuk peredaran diluar Amerika Serikat tidaklah terlalu menarik. Hanya saja kesuksesan film garapan sutradara Nicholas Stoller (Forgetting Sarah Marshall & Get Him to the Greek) ini meraup pendapatan diatas $266 juta serta respon positif dari para kritikus sukses membuat saya tertarik untuk memberi kesempatan pada film yang juga diproduseri Seth Rogen ini. Lagipula keberadaan Rose Byrne yang selalu memikat dan Zac Efron yang masih terus berusaha menjauhi imej "cowok ganteng Disney" cukup untuk membuat filmnya menjanjikan lebih dari sekedar Seth Rogen berbicara kotor dan mabuk-mabukan. Tapi memang Neighbors akan diisi oleh begitu banyak pesta gila-gilaan di dalamnya mengingat ini adalah film yang bercerita tentang "peperangan" antara sepasang suami istri dengan sebuah fraternity gila pesta.

Pasangan suami-istri Mac (Seth Rogen) dan Kelly (Rose Byrne) tengah berbahagia karena baru saja dianugerahi bayi perempuan yang lucu. Tapi meski merasa bahagia, sesungguhnya di dalam hati mereka merindukan kehidupan mereka saat muda dulu yang bebas, penuh pesta dan dipenuhi tantangan. Sampai suatu hari sebuah fraternity bernama Delta Psi Beta yang dipimpin oleh Teddy (Zac Efron) pindah ke rumah sebelah mereka. Tentu saja kehadiran mereka yang selalu membuat kegaduhan setiap malam akibat pesta gila-gilaan mengganggu Mac dan Kelly yang memiliki bayi. Terlebih lagi Teddy dan teman-temannya tidak pernah merespon protes baik-baik yang dilakukan oleh Mac dan Kelly. Dari situlah peperangan antara kedua belah pihak tidak terhindarkan lagi. Mac dan Kelly berusaha mengusir Delta Psi dari lingkungan mereka, sedangkan Teddy dan teman-temannya pun berusaha terus membalas perlakuan Mac dan Kelly.

27 Agt 2014

YASMINE (2014)

Jangankan menonton, saya sendiri sebelum ini belum pernah mendengar kabar apapun tentang perfilman Brunei Darussalam. Sampai kemudian muncul kabar menghebohkan tentang Yasmine, sebuah film yang disebut sebagai film pertama Brunei dalam 50 tahun terakhir. Tidak tanggung-tanggung film ini langsung mendapat perhatian kalangan internasional dengan dibeli oleh banyak distributor mancanegara termasuk diputar di Cannes Film Festival 2014 yang lalu. Yasmine sendiri dibuat oleh sutradara wanita asli Brunei, Siti Kamaludin serta diisi oleh banyak kru dan aktor baik dari dalam maupun dari luar Brunei. Indonesia sendiri menyumbang cukup banyak nama mulai dari aktor-aktor seperti Reza Rahadian, Agus Kuncoro, Dwi Sasono hingga Arifin Putra, penulis naskah dari Laskar Pelangi, Salman Aristo, sampai Nidji yang didapuk sebagai pengisi soundtrack lewat lagu Menang Demi Cinta. Filmnya bakal menggabungkan kisah kompetisi silat remaja dengan kisah coming-of-age yang dialami oleh karakter-karakternya. 

Yasmine (Liyana Yus) adalah gadis remaja dengan tingkah laku yang seenaknya sendiri. Kekecewaan datang menghampiri Yasmine saat ia gagal masuk ke sebuah sekolah privat unggulan dan harus berakhir di SMU Negeri yang tidak begitu dikenal luas. Disanalah pada akhirnya Yasmine tertarik untuk mengikuti klub pencak silat bersama dua orang temannya, Ali (Roy Sungkono) dan Nadia (Nadia Wahid). Tapi sesungguhnya alasan utama Yasmine mengikuti klub tersebut adalah untuk menarik perhatian Adi (Aryl Falak), seorang atlit pencak silat muda berbakat milik Brunei yang juga teman masa kecil Yasmine. Yasmine yang sudah lama menyukai Adi merasa cemburu saat pria pujaannya itu justru dekat dengan Dewi (Mentari De Marelle) yang juga seorang atlit pencak silat. Yasmine pun mengajak Ali dan Nadia mengikuti sebuah kompetisi pencak silat yang mana juga diikuti oleh sekolah Dewi. Tujuan dari Yasmine adalah untuk mengalahkan Dewi dan merebut perhatian Adi. Tapi pada perjalanannya banyak konflik yang harus ia hadapi mulai dari ujian persahabatan, pendewasaan, sampai perselisihan dengan sang ayah (Reza Rahadian) yang selalu melarang Yasmine mengikuti pencak silat.

26 Agt 2014

GUARDIANS OF THE GALAXY (2014)

Kehebatan Marvel Studios dalam merangkum cinematic universe milik mereka memang tidak diragukan lagi. Satu hal yang paling mengagumkan adalah bagaimana mereka bisa menjadikan superhero kelas B menjadi kelas A setelah diangkat kedalam film. Sebagai contoh, sebelum tahun 2008 sosok Iron Man jelas kalah kelas jika dibandingkan Spider-Man maupun para mutan X-Men. Tapi lihat sekarang dimana film sang manusia besi memperoleh pendapatan jauh diatas superhero-superhero tersebut. Tapi biar bagaimanapun proyek Guardians of the Galaxy tetap menjadi salah satu proyek paling risky dari Marvel. Iron Man mungkin bukan superhero kelas A, tapi setidaknya namanya sudah cukup dikenal, berbeda dengan Guardians of the Galaxy yang begitu asing. Saya sendiri baru mengetahui tentang tim superhero ini saat Marvel mengumumkan rencana pembuatan filmnya empat tahun lalu. Hal ini mungkin wajar saja karena GOTG baru dibuat kembali komiknya pada tahun 2008 lalu (versi pertamanya terbit dari tahun 1969 sampai 1995).  Jadi apakah perjudian besar Marvel lewat gelontoran bujet $170 juta bagi kisah superhero kelas C ini akan sukses?

Pada tahun 1988, Peter Quill yang masih anak-anak diculik oleh sebuah pesawat alien milik Yondu Udonta (Michael Rooker) di malam saat sang ibu meninggal dunia. Selang 23 tahun kemudian, Peter (Chris Pratt) telah menjadi bagian dari kelompok bandit bernama Ravager yang dipimpin oleh Yondu dengan menggunakan nama Star Lord. Pada sebuah kesempatan ia mendatangi planet kosong bernama Morag untuk mengambil sebuah batu misterius guna dijual dengan harga mahal. Tapi ternyata batu tersebut menyeretnya ke dalam permasalahan yang lebih besar disaat Ronan the Accuser (Lee Pace) yang merupakan alien kree radikal juga menginginkan batu tersebut karena perjanjian yang ia buat dengan Thanos (Josh Brolin). Untuk itulah Ronan mengutus Gamora (Zoe Saldana) yang tidak lain adalah puteri angkat Thanos untuk mengambil batu tersebut dari Peter. Tapi ternyata yang ingin memburu Peter tidak hanya Gamora, karena duo bounty hunter yakni seekor rakun yang bisa bicara bernama Rocket (disuarakan Bradley Cooper) dan sebuah pohon hidup bernama Groot (disuarakan Vin Diesel) juga ingin menangkap Peter demi uang hadiah. Kekacauan terjadi dan mereka akhirnya harus mendekam dalam penjara. Disanalah mereka ditambah Drax the Destroyer (Dave Bautista) bersatu tidak hanya untuk keluar dari penjara tapi juga untuk menghalangi Ronan mendapatkan batu yang konon punya kekuatan luar biasa tersebut.