27 Jul 2014

THE ROCKET (2013)


Setiap tahunnya Australia selalu berhasil menghasilkan film-film yang sukses menyita perhatian dunia khususnya lewat berbagai festival-festival. Sebut saja Snowtown, Lore, Samson and Dellilah, dan masih banyak lagi film bagus lainnya dari negeri kanguru tersebut. Untuuk tahun 2013 sendiri The Rocket-lah yang mencuri perhatian. Tidak hanya menjadi perwakilan Australia di ajang Oscar tahun ini, film garapan sutradara Kim Mordaunt ini juga berhasil meraih kesuksesan di berbagai macam festival. Pada Tribecca Film Festival, The Rocket berhasil meraih dua penghargaan di ajang Audience Award, yaitu untuk Best Narrative Feature dan Best Actor bagi aktor cilik Sittiphon Disamoe. Meskipun ini merupakan film Australia, tapi setting tempatnya berada di Laos, tepatnya di sebuah desa tradisional yang terletak di dekat hutan. Ceritanya dimulai saat seorang wanita bernama Mali (Alice Keohavong) tengah menjalani proses persalinan dengan dibantu oleh ibunya, Taitok (Bunsri Yindi). Tentu saja kebahagiaan begitu terasa setelah anak Mali yang berjenis kelamin laki-laki akhirnya lahir. Tapi kebahagiaan tersebut langsung berubah menjadi kekhawatiran disaat Mali ternyata mengandung anak kembar. Berdasarkan kepercayaan lokal, jika ada bayi kembar maka salah satu diantaranya akan membawa keberuntungan dan satunya lagi membawa kutukan kesialan.


Tapi ternyata bayi yang kedua meninggal dalam proses persalinan, membuat Taitok menyarankan untuk membunuh bayi pertama karena bisa saja bayi yang bertahan hidup itulah yang membawa kutukan. Tapi tentu saja Mali tidak bersedia membunuh puteranya. Akhirnya mereka berdua sepakat untuk menguburkan bayi yang meninggal di bawah pohon mangga dan merahasiakan hal tersebut dari sang suami, Toma (Sumrit Warin). Bayi yang bertahan hidup diberi nama Ahlo (Sittiphon Disamoe). Ahlo tumbuh menjadi bocah yang ceria dan begitu aktif. Taitok sendiri masih tidak menyukai Ahlo karena kekhawatirannya akan kutukan yang bisa dibawa oleh anak itu. Disisi lain Mali terus bersikukuh bahwa puteranya itu bukanlah seorang pembawa sial dan amat menyayanginya. Sampai suatu hari terjadi sebuah tragedi yang membuat Ahlo disalahkan atas kejadian tersebut. Berbagai hal buruk pun mulai terjadi di sekitarnya. Benarkah Ahlo memang seorang anak yang membawa kesialan? Ahlo pun berusaha membuktikan bahwa ia tidak membawa kesialan sambil dibantu oleh seorang gadis cilik bernama Kia (Loungnam Kaosainam) yang tinggal bersama pamannya yang eksentrik dan penggemar James Brown bernama Purple (Suthep Po-ngam) setelah orang tuanya meninggal akibat malaria.

26 Jul 2014

HEATHERS (1988)

Melihat judulnya, posternya, sampai deskripsi singkat di halaman atas Wikipedia membuat saya pada awalnya mengira bahwa Heathers adalah komedi-romatis klasik yang klise dari Hollywood. Dengan mudah saya menduga bahwa film garapan sutradara Michael Lehmann ini berkisah tentang seorang gadis remaja bernama Heather yang harus menghadapi berbagai konfik tentang cinta dan persahabatan. Dugaan itu tidak sepenuhnya salah. Memang benar ini merupakan film klasik atau lebih tepatnya cult classic karena diawal perilisannya film ini tidak terlalu sukses (pendapatan $1.1 juta dari bujet $2 juta). Baru setelah beberapa tahun penggemar film ini semakin bertambah banyak. Karakter utama film ini memang seorang wanita yang harus menghadapi berbagai konflik termasuk cinta dan persahabatan. Tapi Heathers bukanlah komedi romantis, apalagi tontonan klise. Film ini justru banyak mengandung unsur komedi hitam dan satir. Karakter utamanya juga bukan bernama Heather, melainkan Veronica Sawyer yang diperankan oleh Winona Ryder. Satu lagi yang pasti bahwa Heathers ternyata berada jauh diatas ekspektasi saya. 

Veronica adalah seorang gadis remaja yang cerdas dengan IQ tinggi, tapi seperti yang ia utarakan kecerdasan tersebut ia korbankan demi mendapatkan popularitas. Caranya adalah berteman dengan tiga orang gadis cantik, kaya dan popular di sekolahnya. Ketiga gadis itu punya nama depan yang sama, yaitu Heather. Mereka adalah Heather Chandler (Kim Walker) sebagai pemimpin, Heather Duke (Shannen Doherty) dan Heather McNamara (Lisanne Falk). Veronica terpaksa harus menuruti keinginan para Heather dan mengikuti semua tingkah laku mereka yang sebenarnya tidaklah ia sukai. Bahkan Veronica sampai terpaksa meninggakan sahabat lamanya, seorang gadis cupu bernama Betty Finn (Renee Estevez). Disaat kesabaran Veronica atas segala tingkah laku teman-temannya itu habis, dia bertemu dengan Jason Dean (Christian Slater). Dengan segala kharisma yang ia miliki, mudah bagi Jason untuk membuat Veronica jatuh hati. Bagi Veronica, Jason adalah pria yang keren dan bisa diandalkan. Suatu hari keduanya berencana membalas perbuatan Heather Chandler yang sudah membuat kesabaran Veronica habis. Tapi ternyata pembalasan dendam itu berujung fatal, dan akhirnya makin berkembang luas menjadi rangkaian tragedi yang penuh kematian dan kegilaan sosial.

TRUE DETECTIVE - SEASON 1 (2014)

Saya sedang menyukai serial televisi yang memiliki format antologi entah yang setiap episode mempunyai cerita berbeda seperti The Twilight Zone atau yang mengusung rangkaian cerita berbeda setiap musim layaknya American Horror Story. Saya suka format itu karena cerita yang tidak akan terasa diulur-ulur karena selesai dalam satu musim atau episode saja. Setiap episode atau musim terbarunya pun menjadi terasa lebih fresh meski mengusung tone dan menggunakan aktor yang sama. Hal yang sama juga berlaku pada True Detective dimana tiap musimnya akan mengusung cerita dan karakter berbeda. Musim pertamanya pun tergolong pendek karena hanya terdiri dari delapan episode saja. Keunikan lain dari serial ini adalah karena selama satu musim naskahnya ditulis hanya oleh satu orang saja, yaitu Nic Pizzolatto. Kedelapan episodenya pun hanya disutradarai oleh satu orang, yaitu Cary Fukunaga (Sin Nombre & Jane Eyre). Tidak seperti kebanyakan serial lainnya, True Detective diisi oleh dua aktor kelas A Hollywood, yakni duet Matthew McConaughey dan Woody Harrelson. Jadi kisah detektif macam apakah yang ditawarkan oleh True Detective ini?
Sepanjang musinya serial ini akan bercerita dalam dua timeline, yakni tahun 1995 dan tahun 2012 (nantinya di pertengahan musim kisah tahun 1995 akan berganti menjadi tahun 2002). Pada tahun 2012 kita akan melihat dua orang mantan detektif, Rustin "Rust" Cohle (Matthew McConaughey) dan Marty Hart (Woody Harrelson) yang tengah di-interview mengenai sebuah kasus yang pernah mereka tangani di tahun 1995. Keduanya adalah partner saat itu, meski di tahun 2012 kita akan segera tahu bahwa telah terjadi perpecahan diantara keduanya. Kasus yang dibicarakan adalah sebuah pembunuhan terhadap seorang wanita yang terjadi di Louisiana. Kasus itu bukan pembunuhan biasa karena diduga ada sangkut pautnya dengan ajaran sesat setelah melihat kondisi mayat yang "didandani" sedemikian rupa. Rust dan Marty mendapat bagian menangani kasus tersebut, tapi waktu mereka tidak banyak karena kasus itu akan segera diambil alih oleh kesatuan task force. Nyatanya itu bukan sekedar kasus pembunuhan biasa karena ada sebuah konspirasi besar di dalamnya yang melibatkan beberapa petinggi dan kasus-kasus kriminal lain yang pernah terjadi sebelumnya. Konflik juga sempat terjadi antara Rust dan Marty akibat ketidak cocokan mereka. Rust adalah seorang pria penuh dengan pesimisme (yang ia sebut realistis) dan sering mengeluarkan kata-kata yang sulit dicerna oleh partnernya. Sedangkan Marty yang tidak menyukai kebiasaan Rust itu juga harus menghadapi permasalahan yang hadir dalam keluarganya.

24 Jul 2014

DAWN OF THE PLANET OF THE APES (2014)

Tiga tahun lalu, Rupert Wyat berhasil membuat sesuatu yang langka yaitu Rise of the Planet of the Apes, sebuah reboot yang bagus dari franchise klasik Planet of the Apes yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh Tim Burton dengan versinya yang memalukan dengan patung Abraham Lincoln monyet itu. Diluar dugaam "Rise" punya kualitas yang bagus lengkap dengan keberhasilan mendapat lebih dari $480 juta dari bujet hanya $93 juta. Tentu saja mudah bagi 20th Century Fox untuk memberikan lampu hijau pembuatan sekuel yang berjudul Dawn of the Planet of the Apes. Kali ini memang tidak ada lagi nama Rupert Wyatt di posisi sutradara karena ia sudah digantikan oleh Matt Reeves (Cloverfield, Let Me In). Dawn masih menampilkan banyak aktor dengan memakai baju motion capture seperti Toby Kebbell dan tentu saja sang master mo-cap Andy Serkis yang nampaknya masih akan mendapat banyak dukungan untuk memenangkan Oscar lagi tahun depan. Sedangkan di jajaran cast manusia ada Jason Clarke dan Gary Oldman menggantikan James Franco yang merupakan sosok sentral di Rise. Meski mengganti semua tokoh manusianya, Dawn masih melanjutkan apa yang ditinggalkan oleh film pertama, lebih tepatnya 10 tahun pasca ending Rise.

Virus ALZ-113 yang dibawa oleh para monyet kini tidak hanya telah menyebar ke seluruh dunia tapi juga sudah memusnahkan hampir sebagian besar peradaban manusia. Beberapa orang di San Francisco cukup "beruntung" karena secara genetis mereka kebal terhadap virus tersebut dan kini tingga bersama-sama untuk membangun kembali peradaban sambil mencari para survivor lainnya dibawah pimpinan Dreyfus (Gary Oldman) dan tangan kanannya, Malcolm (Jason Clarke). Disisi lain, para kera yang dipimpin oleh Caesar (Andy Serkis) kini hidup secara berkelompok, membangun peradaban di Muir Woods, tidak jauh dari tempat tinggal para manusia, meski kedua belah pihak sama-sama tidak tahu tentang keberadaan masing-masing. Kera-kera itu sendiri kini sudah semakin cerdas. Mereka sudah bisa sedikit membaca, menulis, bahkan berbicara meski masih terbatas dan sering menggunakan bahasa isyarat. Caesar sendiri kini masih harus menghadapi konflik lain lagi di dalam kelompoknya tersebut, mulai dari sang anak, Blue Eyes (Nick Thurston) yang mulai beranjak dewasa dan ingin menunjukkan kehebatan dirinya, sampai Koba (Toby Kebbell) yang makin berhasrat menghabisi manusia akibat dendam yang selama ini ia pendam. Disisi lain para manusia membutuhkan tenaga PLTA dari sebuah bendungan yang terletak di dekat pemukiman para kera, sesuatu yang bisa menimbulkan perselisihan maupun aliansi diantara kedua belah pihak.

18 Jul 2014

AMERICAN HORROR STORY - COVEN (2013)


 
Serial American Horror Story memasuki musim ketiganya setelah musim keduanya yang merupakan peningkatan drastis dari musim pertamanya itu. (Review season 1 dan season 2). Jadi setelah rumah hantu dan rumah sakit jiwa yang penuh kegilaan itu, serial buatan Ryan Murphy dan Brad Falchuk ini akan membawa kita ke sebuah dunia penuh penyihir dan ilmu hitam. Seperti judulnya, Coven adalah kisah tentang sebuah "perkumpulan" wanita yang berkedok sebuah sekolah tapi di sesungguhnya merupakan tempat untuk membimbing para penyihir muda yang masih berusaha mengendalikan potensi kekuatan mereka. Sekolah yang terletak di New Orleans ini dikepalai oleh Cordelia Foxx (Sarah Paulson). Cordelia sendiri adalah wanita yang baik dan begitu menyayangi murid-muridnya yang masih belum bisa mengendalikan kekuatan dan belum mengetahui bagaimana menyikapi jati diri mereka sebagai seorang penyihir. Meski Cordelia adalah kepala dari "sekolah" tersebut, sampai sekarang ia masih hidup di bawah bayang-bayang sang ibu, Fiona Goode (Jessica Lange) yang merupakan "Supreme" alias pemimpin dari Coven tersebut. "Supreme" adalah penyihir yang dianggap terkuat, dan menguasai tujuh kekuatan berbeda, dimana sebelum dipilih ia akan melalui tes yang bernama "The Seven Wonders". Meski bertugas melindungi kaumnya, Fiona adalah supreme yang egois dan hanya memikirkan kenikmatan hidup serta kekuasaannya sendiri.
The coven
Disaat sang supreme terlihat tidak mempedulikan para kaumnya, coven tersebut tengah terancam karena jumlah mereka semakin lama semakin berkurang. Selain Cordelia dan Fiona, di tempat itu hanya ada empat gadis lainnya. Para gadis yang tinggal disana memiliki berbagai macam kekuatan yang berbeda-beda. Zoe Benson (Taissa Farmiga) sang murid baru bisa membunuh semua orang yang berhubungan seks dengannya, termasuk pacarnya yang tewas mengenaskan saat berhubungan seks dengan Zoe. Ada juga Madison Montgomery (Emma Roberts), mantan aktris Hollywood yang kecanduan drugs punya kemampuan memindahkan benda dengan pikirannya. Queenie (Gabourey Sidibe) adalah human voodoo doll yang bisa memindahkan luka serta rasa sakit pada tubuhnya ke orang lain. Terakhir ada nan (Jamie Brewer), seorang gadis dengan down syndrome yang bisa mendengar isi pikiran orang lain. Mereka berempat seharusnya saling melindungi satu sama lain dalam kondisi coven yang tengah diterpa krisis seperti sekarang ini, tapi ego masing-masing dari mereka menghambat itu. Madison dengan segala keegoisan dan tingkah ala superstarnya selalu membuat masalah termasuk saat ia membunuh para remaja pria setelah ia diperkosa oleh mereka. Salah satu yang tewas adalah Kyle (Evan Peters), pria yang memendam perasaan pada Zoe, begitu juga sebaliknya. Konflik lain pun mulai muncul satu demi satu, mulai dari ancaman para witch hunter, pertempuran abadi dengan pengguna voodoo pimpinan Marie Laveau (Angela Bassett), bahkan ancaman dari dalam akibat ambisi Fiona untuk terus berkuasa sebagai supreme.