30 Okt 2014

MAPS TO THE STARS (2014)

David Cronenberg punya berbagai fase dalam karirnya. Yang pertama dan paling lekat dengan dirinya adalah fase body horror saat ia membuat film-film seperti Videodrome dan The Fly. Kemudian fase kedua adalah fase thriller dengan judul-judul macam Eastern Promises dan A Histroy of Violence  Meski berbeda, film-film thriller Cronenberg masih mempunyai DNA dari karya-karya lawasnya. Barulah pada era 2010-an, Cronenberg seolah total bertransformasi meninggalkan jati dirinya sebagai master of body horror dengan banyak membuat drama khususnya drama satir. Dimulai dengan A Dangerous Methods dan dilanjutkan dengan Cosmopolis, sang sutradara seolah "melembut" meski dalam dramanya masih ada keanehan dan jiwa-jiwa yang tersiksa. Pada karya terbarunya yang berjudul Maps to the Stars ini dia pun masih menampilkan sebuah drama satir, atau lebih detailnya drama satir tentang kehidupan orang-orang di Hollywood. Film ini juga menjadi kolaborasi kedua secara beruntun antara Cronenberg dan Robbert Pattinson setelah Cosmopolis. Selain Pattinson banyak nama-nama besar lain seperti Mia Wasikowska, John Cusack, serta Julianne Moore yang berhasil menyabet penghargaan aktris terbaik dalam Cannes Film Festival 2014 lewat perannya disini.

Maps to the Stars berkisah tentang beberapa karakter yang tengah berjuang dalam kehidupan mereka di L.A. Agatha (Mia Wasikowska) adalah seorang gadis muda yang baru saja sampai di L.A. dan berusaha mendapatkan pekerjaan disana. Setibanya di L.A. ia menyewa limusin yang disupiri oleh Jerome (Robert Pattinson). Meski hanya seorang supir limo, Jerome sendiri punya mimpi untuk menjadi aktor sekaligus penulis naskah. Sedangkan Agatha akhirnya mendapat pekerjaan sebagai asisten pribadi dari Havana (Julianne Moore) atas referensi dari Carrie Fisher. Havana adalah seorang aktris senior yang karirnya mulai tenggelam. Untuk menghidupkan karirnya lagi, ia berambisi mendapatkan peran sebagai ibunya sendiri dalam sebuah film biopic yang tengah dalam pengembangan. Havana yang merasa mendapat pelecehan dari sang ibu sampai saat ini terus dihantui oleh sosoknya. Kemudian ada Benjie (Evan Bird) seorang aktor remaja berusia 13 tahun yang sering membuat sensasi dan tengah berusaha memperbaiki karirnya setelah lepas dari ketergantungan narkoba. Sedangkan ayah Benjie, Dr. Stafford (John Cusack) adalah seorang terapis terkenal yang punya banyak klien selebritis termasuk Havana. Keluarga Benjie sendiri mempunyai sebuah rahasia tentang masa lalu mereka yang berkaitan dengan menghilangnya si anak perempuan. 

28 Okt 2014

ICHI THE KILLER (2001)

Satu lagi filmTakashi Miike yang masuk dalam jajaran film paling disturbing dan tentunya di-banned di banyak negara karena tingkat kesadisan serta kekerasan yang tinggi. Ichi the Killer diangkat dari manga buatan Hideo Yamamoto yang awalnya juga diminta oleh Miike untuk menulis naskah film ini sebelum akhirnya digantikan oleh Sakichi Sato karena writer's block. Bisa dimaklumi kenapa Takashi Miike tertarik mengadaptasi manga yang satu ini, karena di dalamnya terdapat banyak unsur yang menjadi favorit sang sutradara seperti Yakuza, komedi hitam dan kekerasan tingkat tinggi. Tapi sebelum membahas lebih lanjut tentang film ini, patut diketahui bahwa sosok Ichi yang ada pada judulnya bukanlah pria berambut kuning dengan wajah penuh luka yang terpampang di berbagai poster filmnya. Pria berambut kuning itu adalah Kakihara (Tadanobu Asano), salah seorang petinggi Yakuza yang juga anak buah dari bos Yakuza bernama Anjo. Kakihara adalah seorang sadomasokis yang menikmati segala kekerasan dan rasa sakit yang dirasakan oleh tubuhnya. 

Pada suatu malam, Anjo menghilang dari kamarnya secara misterius. Kakihara yang percaya bahwa sang bos masih hidup mati-matian mencarinya bersama anak-anak buah yang lain. Tapi mereka tidak tahu bahwa Anjo sebenarnya telah dibunuh secara brutal oleh Ichi (Nao Omori) atas perintah Jijii (Shinya Tsukamoto) dengan tujuan mengadu domba para anggota Yakuza. Ichi sendiri meskipun sudah berulang kali melakukan pembunuhan dengan sadis sebenarnya hanyalah seorang pemuda cengeng dan pendiam yang pada masa lalunya menjadi korban bullying. Pengalaman trauma masa lalu itulah yang kemudian dimanfaatkan Jijii untuk menjadikan Ichi sebagai sebuah mesin pembunuh, karena sekalinya marah, dia langsung berubah menjadi pembunuh yang tidak kenal rasa kasihan. Jadilah saling buru terjadi antara Kakihara dengan Ichi. Saling buru yang mengakibatkan banyak pembunuhan dan kebrutalan dimana-mana. 

25 Okt 2014

OBVIOUS CHILD (2014)

Diangkat dari sebuah film pendek berjudul sama yang juga ditulis dan disutradarai oleh Gillian Robespierre, Obvious Child akan mengagkat kisah tentang kehamilan diluar nikah dan aborsi. Tapi tentu saja dengan genre komedi-romantis yang diusung, film ini akan menyikapi tema sensitif tersebut dengan berbagai candaan, apalagi karakter utamanya adalah seorang stand-up komedian. Karena ini juga adalah mumblecore, maka bersiaplah dengan kehadiran dialog-dialog panjang yang meluncur cepat dari mulut karakter-karakternya dan seringkali dialog tersebut keluar seenak jidat tanpa peduli konteks pembicaraan. Karakter utama dalam film ini adalah Donna Stern (Jenny Slate), seorang wanita yang di siang hingga sore hari bekerja di sebuah toko buku dan malam harinya menjadi seorang comic di sebuah bar. Salah satu ciri khas materi yang ia bawakan dan juga yang membuatya dicintai penonton adalah kehidupan sehari-hari. Donna tidak segan mengutarakan berbagai masalah pribadinya. Dia tidak ragu mengungkap berbagai hal yang orang lain anggap sebagai suatu hal yang sifatnya rahasia pribadi untuk menjadi bahan komedi, termasuk permasalahan yang ia hadapi bersama pacarnya, Ryan (Paul Briganti).

Tapi betapa terkejutnya Donna saat Ryan memberitahu bahwa ia sudah berselingkuh dengan wanita yang tidak lain adalah teman Donna sendiri. Merasa terpukul dan belum bisa move-on, Donna pun menghabiskan setiap harinya dalam kesedihan dan kekacauan. Yang dia lakukan hanya meninggalkan pesan-pesan tidak jelas di voice mail Ryan, minum-minum, bahkan stalking di depan rumah mantan pacarnya itu. Kehidupannya kacau, bahkan saat tampil diatas panggung Donna hanya meracau tentang semua kegalauannya itu sambil mabuk. Sampai suatu malam usai sebuah pertunjukkan yang kacau ia bertemu dengan Max (Jake Lacy). Max adalah tipikal pria baik dan sopan, yang mana bukan merupakan tipe idaman Donna. Tapi demi melupakan semua kesedihannya, Donna pun bersedia menghabiskan malam dirumah Max dan berhubungan seks dengannya. Tapi hubungan yang awalnya hanya direncanakan sebagai one night stand itu menimbulkan masalah saat Donna justru mengandung anak dari Max.

STARRED UP (2013)

Prison movie selalu penuh dengan kekerasan dan itu wajar saja karena kehidupan dalam penjara yang memang keras. Tapi yang membuat saya makin menyukai film bertemakan kehidupan keras dalam penjara tidak hanya itu, karena pasti ada kisah drama yang kuat, akting maksimal, serta tidak jarang kejutan-kejutan tak terduga bermunculan bahkan di pertengahan film. Film asal Inggris yang satu ini pun tidak jauh berbeda, hanya saja sentuhan dramanya jauh lebih kental. Starred Up disutradarai oleh David Mackenzie dan ditulis naskahnya oleh Jonathan Asser. Asser sendiri mendapatkan ide untuk menulis naskahnya berdasarkan pengalaman saat ia menjadi seorang terapis volunteer di penjara Wandsworth yang banyak diisi oleh penjahat-penjahat paling berbahaya di Inggris. Judul Starred Up sendiri merupakan sebutan untuk mereka yang ditransfer lebih cepat dari Young Offender Institution (penjara untuk usia 18-20) ke penjara bagi dewasa. Jadi bisa disimpulkan orang yang mendapat sebutan itu adalah pembuat onar yang berada dalam taraf "luar biasa". 

Eric Love (Jack O'Connell) adalah remaja pembuat onar yang baru saja ditransfer ke penjara dewasa. Tapi bahkan baru di hari pertamanya Eric langsung terlibat pertengkaran dengan penghuni penjara lainnya. Hal itu menarik perhatian Neville (Ben Mendelsohn), seorang pria yang tampak begitu disegani disana. Neville terus memperingatkan Eric supaya bisa lebih menjaga sikapnya. Tapi bukannya menurut Eric malah terlibat kekacauan lain, dimana salah satunya membuat seorang narapidana terluka parah. Saat sedang hendak dihajar oleh para penjaga penjara, Eric ditolong oleh Oliver Baumer (Rupert Friend), seorang terapis yang bekerja secara suka rela di penjara tersebut. Baumer meminta izin pada kepala penjara untuk membimbing Eric supaya bisa menahan hasrat mengacau dan emosinya. Caranya adalah dengan mengikut sertakan Eric dalam sebuah grup diskusi yang berisi para narapidana yang bermasalah dalam mengendalikan emosi mereka. Tapi tentu saja tidak mudah bagi Eric untuk membiasakan diri disana dan ia pun masih terus terlibat dalam berbagai konflik lainnya dengan penghuni penjara lain, sampai akhirnya sebuah fakta mengejutkan terungkap berkaitan dengan kenapa Eric bisa mendekam dalam penjara tersebut.

24 Okt 2014

AMERICAN HORROR STORY: FREAK SHOW (EPISODE 3)

Seperti biasanya, American Horror Story menghadirkan episode spesial Halloween yang kali ini terdiri dari dua episode dengan judul Edward Mordrake (Part 1 & 2). Edward Mordrake (Wes Bentley) sendiri dulunya merupakan seorang bangsawan Inggris yang diberkati dengan kecerdasan dan berbagai macam bakat, salah satunya adalah kemampuan bermain piano. Tapi dibalik segala kesempurnaan tersebut Edward ternyata (literally) mempunyai dua wajah. Wajahnya yang kedua ada di kepala bagian belakang dan selalu memberikan bisikan-bisikan "setan" dimana hanya Edward sendiri yang bisa mendengarnya. Hal tersebut akhirnya membuat Edward gila, dan sempat masuk ke rumah sakit jiwa sebelum berakhir sebagai salah satu penampil di sebuah freak show. Tapi pada suatu malam Halloween ia membantai semua teman-temannya dan ia sendiri gantung diri. Walaupun telah mati kutukan Edward masih tetap ada dimana ia akan kembali jika ada freak show yang melakukan pertunjukkan di malam Halloween. Edward Mordrake tidak akan pergi sebelum mengambil nyawa salah satu dari freak.

Karakter baru lain yang diperkenalkan adalah Stanley (Denis O'Hare) dan Maggie Esmeralda (Emma Roberts). Keduanya berencana untuk mengambil organ dari anggota freak show milik Elsa Mars guna dijual dengan harga mahal pada sebuah museum. Caranya adalah dengan memasukkan Maggie sebagai anggota disana. Maggie sendiri menyamar menjadi seorang peramal yang dengan mudah mengambil hati Elsa lewat kata-kata manisnya. Dalam episode ketiga ini konflik-konflik yang dialami karakternya makin berkembang. Ada Ethel yang harus menerima fakta umurnya tidak lama lagi karena penyakit yang ia derita dan penonton pun akan diajak melihat seperti apa hubungan yang pernah ia jalin dengan Dell Toledo. Jimmy tengah dalam depresinya setelah kematian tragis dari Meep, Bette dan Dot masih terlibat konflik satu sama lain dimana kali ini justru Bette lah yang semakin punya hasrat besar untuk menjadi bintang dan ingin berpisah dari kembarannya itu. Elsa Mars? Dia masih berkutat pada mimpinya menjadi bintang panggung. Diluar freak show Dandy semakin gila dan mulai mengenakan kostum badut layaknya Twisty the Clown yang masih menebar teror.